Sunday, 29 November 2015

JANGAN SOMBONG

PERIHAL KESOMBONGAN

Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa tidak ada penghutang yang lebih mengulur-ulur/melambat-lambatkan waktu pembayaran daripada al-nafs al-ammarah bi al-su’(nafsu yang selalu memerintahkan kepada kejahatan/keburukan). Tak ada musuh manusia yang lebih berbahaya dan lebih mencemaskan daripada syaitan terkutuk. Tak ada penghalang amal saleh yang lebih kuat daripada hawa nafsu. Serta tak ada yang menolak turunnya karunia dari langit serta menghalangi rahmat Allah seperti kesombongan. Na’udzu bi Allah. Hujan yang turun dari langit hanya akan tergenang/terkumpul di permukaan tanah yang rendah, bukan di permukaan yang tinggi, dan bukan pula di puncak-puncak gunung. Demikian pula dengan hati orang-orang yang sombong. Rahmat Allah hanya turun pada hati yang tawaduk.
Yang dimaksud dengan orang sombong adalah yang menentang hak-hak manusia. Bukan orang yang pakaiannya bagus dan bersih. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia, serta merasa lebih tinggi dari mereka.

 Jangan menyangka bahawa tabiat kesombongan hanya melekat kuat pada seorang menteri, pejabat/pegawai-pegawai berjawatan tinggi, konglomerat(pengusaha besar yang mempunyai banyak perusahaan), atau penguasa(orang yang mempunyai kuasa). Akan tetapi, kesombongan itu bisa melekat pada orang yang untuk makan malamnya saja tidak ada serta pada orang yang memakai baju tambalan(baju bertampal-tampal). Sebaliknya, bisa jadi orang yang memakai baju bagus dan penguasa mempunyai sifat tawaduk. Sombong itu tercermin pada sifat yang selalu merusak bukan memperbaiki. Sebab, ia bersikap sombong dihadapan makhluk Allah dan bangga terhadap diri sendiri.

Ketahuilah, tak ada pakaian yang lebih busuk daripada pakaian pengakuan(ananiyyah/keakuan/menjadikan seorang itu sombong dan takabur serta bongkak). Misalnya, ketika sedang berselisih seseorang berkata, “Memangnya kau setingkat dengan saya? Memangnya kau kira kau pantas berbicara dengan saya? Siapa kau berani-beraninya mengajak saya bicara? Tanya dulu siapa sebetulnya saya dan berasal dari keturunan mana!”. Makhluk pertama yang binasa dengan pertanyaan semacam di atas adalah iblis terlaknat. Yakni dengan berkata “Aku lebih baik darinya(Adam). Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”(Q.S.al-A’raf[7]: 12).

Janganlah suka mencela manusia dan merendahkan mereka walaupun pincang kakinya, cacat tubuhnya, dan cacat badannya. Jangan sekali-kali menghinanya karena di dalam qalbunya terdapat kemuliaan La ilaha illa Allah. Prasangka baikmu terhadap setiap manusia akan membuatmu selamat dan beruntung.

 Rasulullah s.a.w kalau meminum air berdoa,

الحمد لله الذى جعله عذبا فراتا برحمته ولم يجعله ملحا أجاجا بذنوبنا
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini tawar dan segar berkat rahmat-Nya, serta tidak menjadikannya asin/masin karena dosa kita.”

 Sebagaimana kita ketahui, Rasulullah s.a.w. merupakan manusia yang bersih dari dosa dan terpelihara dari kesalahan. Namun demikian, beliau masih mengucapkan ungkapan seperti di atas karena sifat santun(kemuliaan akhlak serta tawaduk). Sebetulnya bisa saja beliau berkata misalnya, “karena dosa kamu . Akan tetapi beliau tidak melakukannya. Beliau bersikap santun dan beradab dalam bertutur kata. Tidaklah beliau memakan atau meminum sesuatu melainkan untuk mengajarkan adab kepada kita. Jika tidak, pastilah beliau(Rasulullah S.A.W) diberi makan dan minum langsung oleh Allah.

 Wahai manusia, siapa yang memuliakan seorang mukmin, maka seolah-olah ia memuliakan Allah. Sebaliknya, siapa yang menyakiti seorang muslim, maka seolah-olah ia menyakiti Allah. Wahai saudaraku, janganlah menyakiti seorang mukmin karena dirimu sendiri penuh dengan beban kesalahan. Cukuplah dirimu membawa beban tersebut. Lalu lihatlah aib diri dan perbaiki kesalahan yang ada.Engkau tak ubahnya seperti bawang merah. Bila dikuliti(apabila dibuang kulitnya kesemuanya adalah seperti kulit) semuanya akan keluar sebagai kulit.


JANGAN SOMBONG Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Assalam 19

0 comments:

Post a Comment