Kisah nyata!
"Man Jadda wa Jada" (Dan Siapa yg bersungguh2 pasti akan berhasil)
Ada seorang lelaki tuna netra di kota gresik, jawa timur. Ia mnyimpan cinta yg besar terhadap sayyidy, Al habib Umar Bin Hafidz. Ia hanya seorang biasa yg mempunyai sedkit keahlian dalam pijat memijat.
KEMARIN, jumat 21 november 2014, tepat ketika Al habib mngunjungi kota gresik, lelaki tsb turut hadir dan sangat mengharap dapat mencium tangan suci al habib. Namun apa daya, ramainya orang dan keterbatasan nya membuat harapan itu sulit terwujud.
Seusai ziaroh bersama al habib di maqom Alhabib Abubakar Bin Muhammad Assegaf yg trletak d masjid jami', lelaki tsb bercerita dan meminta bantuan kepada siapapun yg ditemuinya untuk mngantarnya bersalaman dgn al habib. "Saya adalah pengagum alhabib, sdh lama saya ingin mencium tangan beliau, biasakah anda membantu saya?" Pintanya pada salah sseorang jama'ah. Namun dgn judesnya pria trsebut menjawab "kami yg dapat melihat saja susah mencium tangan beliau, apalagi org buta spt anda".
Betapa sedih hati lelaki tsb, namun hal itu tdk meruntuhkan sedikitpun harapan nya untuk bersua dan mencium tangan al habib.
Seusai ziaroh di maqom AlHabib Abubakar Bin Muhammad Assegaf, beliau beristirahat di rumah salah seorg pecintanya digresik, al habib merasa kurang enak badan dan meminta salah seorang muridnya yg brasal dari indonesia untuk dipanggilkan tukang pijat . Murid itu brtanya² kpd masyarakat skitar. Ada seorg yg mngtahui keinginan kuat lelaki tuna netra tsb dan mengusulkan nya untuk memijat al habib.
Kemudian pria td mngunjungi pria tunanetra dan mengutarakan mksd kedatangan nya.
Betapa terkejut dan gembiranya hati lelaki itu, harapannya terwujud. Bahkan ia bkn hanya mencium tangan al habib melainkan memijit tubuh kekasih nya itu.
Pelajaran buat kita :
"Jangan merendahkan org lain seperti apapun dia, Karena kita tak tau, rahmat ALLAH SWT akan turun pada siapa."
وَ الـلَّــــهُ اَعْــلَـــمْ بِالصَّــــوَابِ
Monday, 23 November 2015
TAKDIR ALLAH TIDAK KAN MELESET
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment