Betapa murah hatinya Allah sehingga Dia menganugerahkan harta dan kekayaan kepada manusia. Dengan harta yang melimpah, manusia dapat hidup makmur. Manusia dapat menikamti hidup dengan baik dan tidak menderita. Dengan harta berlimpah pula manusia menyedekahkan sebagian harta kekayan kepada fakir miskin, anak-anak terlantar, dan mereka yang kelaparan.
Alkisah, suatu ketika ada seorang laki-laki Yahudi bernama Qorun. Riwayat menceritakan bahwa ia sepupu Nabu Musa as. Qorun sangat beruntung karena Allah menganugerahinya ilmu dan harta yang sangat banyak. I kemudian dikenal banyak orangdan menjadi pembicaraan dimana-mana. Banyak orang menjadikannya panutan. Para orang tua selalu mendoakan agar anak-anaknya kelak bisa sukses seperti Qorun, yang kaya raya dan berpengetahuan luas.
Namun, Qorun takabur. Ia beranggapan harta kekayaan dan keberhasilannya adalah hasil dari kerja kerasnya sendiri. Para alim ulama mengingatkannya agar ia bertobat. Mereka berkata,"Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali orang-orang yang sabar."Namun, Qorun tetap silau dengan hartanyadan tidak besyukur. Ia tetap menganggap keberhasilannya adalah hasil dari kerja kerasny sendiri. Iblis telah membisiki Qorun agar tidak mendengar nasihat para alim ulama. Qorun bahkan menganggap para alim ulama iri terhadapnya.
Allah pun murka. Harta Qorun dibenamkan kedalam bumi karena ia takabur. Allah berkata,"Maka kami benamkanlah Qorun beserta rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap aab Allah dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Melihat malapetaka yang menimpa Qorun beserta seluruh harta bendanya itu, orang-orang terkesiap. Mereka segera menyadari kesalahan yang dilakukan Qorun.
Qorun tidak memanfaatkan hartanya dijalan yang diridhai Allah. Jadilah hingga sekarang ini kata "harta karun" menjadi kata yang kita kenal. Harta karun kita pakai untuk menyebut harta kekayaan yang terpendam. Karun diambil dari kata Qorun. Jejak peninggalan istana Qorun dan danau tempat hartanya ditemggelamkan bisa ditemui di Mesir. Allah mengingatkan kita akan kisah harta Qorun, agar kita tidak hanya mengejar kekayaan dunia tanpa mengingat surga yang dijanjikan Allah.
Jika kita sudah dianugerahi kekayaan, sudah selayaknya kita bersyukur, beramal dan dengan ikhlas menolong sesama yang kekurangan. Jangan menjadi takabur, bahkan hidup berfoya-foya. Harta dunia tidaklah kekal, tidak kita bawa mati. Sebaliknya, jika masih hidup kekurangan, kita tidak boleh berputus asa. Kita harus terus berusaha dan berdoa supaya Allah membuat hidup kita jadi lebih baik.
Pesan Bijak
Mnusia mudah sekali khilaf dan tidak bersyukur ketika mengalami kebahagiaan, hidup kaya raya dan selalu berkecukupan. Padahal, sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah karena anugerah harta dan ilmu pengetahuan.
Monday, 7 December 2015
ASAL MUASAL HARTA KARUN
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment