Semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua terhadap rakyat indinesia.
Indonesiaku: tragis betul nasib mbah samidi, 60 tahun, tukang becak di kota lama semarang ini. di senin pagi yg dingin dia didapati meninggal akibat keracunan nasi basi. dia nekad menyantap nasib tak laik konsumsi itu krn tdk punya uang untuk beli makan. dia meregang nyawa di dekat becak yg jadi gantungan hidupnya. jasadnya berkalang tanah, tepat di bawah spanduk seorang caleg perlente yg pasti berjanji pro rakyat kecil. dia begitu miskinnya. tp rekan seprofesinya bilang, mbah samidi tdk pernah terbersit sedikit pun niat untuk mencuri uang receh, sekadar untuk beli nasi murahan di warung kucing agar perut kempisnya bisa terisi. keteguhan sikap rakyat jelata yg harus ditebusnya dgn nyawa. betapa mulia dia dibanding pejabat, anggota dpr, kepala daerah, para penguasa lainnya yg kaya raya, duduk di kursi empuk, makan enak, berdasi mahal, pelesir ke mana-mana, setiap saat menghitung laba, dan mengaku mendapat amanah jadi pemimpin, tapi rakusnya tak terkira saat menggarong duit rakyat. seolah uang jarahan itu bisa membeli tiket vvip ke nirwana..
Apa yang mareka petjuankan hanya untuk diri sendiri, semoga kita bisa merenungi akan nasib kita sesama rakyat yang mencitai tanah air. Jangan pernah berharap akan kebahagian pada penguasa berharap dan tawakallah kepada Pemilik alam semesta yaitu ALLAH YANG MAHA PENGASIH.
Sunday, 17 January 2016
POTRET NYATA BANGSA KU INDONESIA
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment